Tel: (62-21) 75900 094 - 095
HP/WA: +62 811 9180 096
E-mail: dpp@asita.id

ASITA Presentase Potensi Pariwisata Sultra di Hadapan Menteri Pembangunan Usahawan Malasyia

ASITA Presentase Potensi Pariwisata Sultra di Hadapan Menteri Pembangunan Usahawan Malasyia

Kendari, – Sebanyak 15 orang Pengurus BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sultra melakukakan kunjungan kerja sama bisnis pariwisata dan dagang di Malaysia. Kunjungan para pengusaha muda tersebut dilakukan selama 4 hari, yakni mulai tanggal 13 – 17 Agustus 2019.

Salah Satu obyek kunjungan kehormatan para penguris BPD Hipmi Sultra, di bawah nahkoda Sucianti Suaib Saenong adalah Kementerian Pembangunan Usahawan Malaysia.

Ketua Bidang Pariwisata BPD Hipmi Sultra, Ayu Berliner Hugua mengaku, dalam kesempatan tersebut dirinya mempresentasekan potensi pariwisata Sultra dihadapan Menteri Pembangunan Usahawan Malasyia, YB. Datuk Seri Mohd. Redzuan Yusof dan pejabat tinggi kementerian, di diruang pertemuan khusus kementerian di Kuala Lumpur.

Putri Sulung Ir. Hugua ini awalnya mengaku grogi saat presentase di hadapan YB. Datuk Seri Mohd. Redzuan Yusof dan pejabat tinggi kemeterian, namun seiring dengan berjalanya waktu, dirinya dapat mempresentasekan potensi pariwisata Sultra dengan prima.

Menurut gadis lulusan Bussines Marketing Univerisitas Curtin Perth Australia 2017 ini, bahwa orang Malaysia belum punya informasi yang cukup mengenai potensi pariwisata Sultra.

“Mereka haus informasi mengenai potensi pariwisata dan potensi tambang yang ada di Sultra,” ujar wanita yang popular disapa Ayu.

Lebih lanjut, Wakil Sekretaris Asita pusat ini berharap, agar gubernur dan para bupati/walikota di Sultra melakukan komunikasi intensif dengan Pemerintah Malaysia, guna meningkatkan hubungan dagang dan investasi terhadap dua komoditas tersebut. Sebaiknya, lanjut Ayu, Dinas Pariwisata Sultra juga intens melakukan promosi pariwisata ke Malaysia , karena jumlah kunjungan wisatawan Malaysia yang tertinggi ke Indonesia yaitu 2,50 Juta orang, atau 15,8 persen pada tahun 2018.lalu.

Kemudian, disusul wisatawan Tiongkok 2,14 juta orang alias 13,5 persen, dan Singapore 1,77 juta orang 11,1 persen.

“Jangan promosi ke Eropa terus karena jumlah kunjungan ASEAN ke Indonesia menduduki posisi tertinggi, yaitu 20,60 persen dari total kunjungan ke Indonesia,” ucap Ayu.

Jadi, promosi ke Eropa itu boros dan hasilnya tidak memuaskan, karena ekonomi mereka dan dunia barat lainya lagi apes.

Sementara itu, YB. Datuk Seri Mohd. Redzuan Yusof dan para pejabat tinggi Malasyia nampak terpukan mennyaksikan paparan Ayu.

“Hebat juga potensi pariwisata Sultra yah “ puji pak menteri terhadap kedahsayatan potensi pariwisata Sultra, setelah Ayu sukses meyakinkan audiens.

Usai presentase Ayu yang juga anggota GIPI sultra ini sibuk melayani pertanyaan minor dari pejabat tinggi kementerian, antara lain cara berkunjung ke Sultra khususnya ke Air Panas Wawolesea Konut, Liang Kabori Muna dan Surga Bawah Laut Wakatobi yang sangat diminati orang Malaysia.

Kunjungan Kerja Sama Bisnis tersebut dipimpin oleh Ketua BPD HIPMI Sultra, Sucianti Suaib Saenong . Tujuan kunjungan Kerja sama ini adalah membangun koneksi bisnis dan promosi bisnis pariwisata dan dagang dengan para pihak di Malaysia, diantaranya kunjungan ke KJRI, Kelompok UKM Malaysia dan Kementrian Pembangunan Usahawan tersebut. Di sadur dari: TenggaraNews.com, KENDARI ( ICHAS CUNGE )

Author: